
BSIP Kepri Lakukan Koordinasi Rencana Penangkaran Benih Padi Gogo di Kepri
Bintan - Berupaya sukseskan swasembada pengan, Kepala BSIP Kepri selaku Penaggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) Reguler dan Padi Lahan Kering Tahun 2025 di Kepulauan Riau, turun lapangan. Bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKPPKH) Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, serta TNI, Kepala BSIP Kepri, Ahmad Tohir Harahap dan Tim temui Ketua Poktan Poyotomo Makmur guna diskusikan rencana penangkaran benih padi lahan kering sekaligus mendukung percepatan LTT 2025 di Kepri (17/03).
Bertempat di area persawahan Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, keempat instansi terkait mendiskusikan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mendukung beberapa program yang sedang berjalan di Kementerian Pertanian saat ini. Ketidaktersediaan benih padi lahan kering untuk mendukung Program Tumpang Sisip Padi Gogo di Kepri melatarbelakangi koordinasi yang berjalan Senin siang itu.
"Untuk memenuhi target 50 hektar pengembangan padi lahan kering di Kepri, kita membutuhkan sekitar 2 ton benih. Untuk itu kami mohon kerjasama Pak Ali selaku ketua Poktan sekaligus produsen dan penangkar benih di Kabupaten Bintan, serta DKPP Bintan, DKPPKH Kepri, dan Babinsa setempat mewakili TNI, untuk dapat menyediakan benih tersebut dengan melakukan produksi benih," tutur Ahmad Tohir. "Dalam hal ini, BSIP Kepri akan memberikan dukungan berupa benih untuk produksi benih serta pendampingan penerapan standar budidaya padi lahan kering, baik saat perbenihan, hingga pada tahap pengembangan padi gogo yang dimulai pada September mendatang," lanjutnya.
BSIP Kepri akan terus berkoordinasi bersama dinas pertanian terkait untuk memenuhi target yang ditetapkan oleh Kementan, yaitu 50 hektar padi gogo tahun ini. Harapannya, ketersediaan benih padi gogo di Kepri mampu mendukung pelaksanaan program tersebut.