
Hadiri Sharing Session BMKG, BSIP Kepri Sosialisasikan SIAP TANAM 1.0
Tanjungpinang – Dukung pemanfaatan informasi analisa dan prediksi iklim untuk peningkatan produktivitas pertanian di Kepulauan Riau, BSIP Kepri selaku mitra BMKG hadir dalam Sharing Session yang diselenggarakan oleh Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas III Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang Selasa siang kemarin (3/12). Bertempat di ruang rapat Stamet RHF acara tersebut digelar dengan menghadirkan stakeholder pemanfaat informasi analisa dan prediksi iklim lainnya di Kepulauan Riau.
Dalam acara tersebut, Kepala BSIP Kepri, Ahmad Tohir Harahap hadir bersama Kasubbag Tata Usaha, Sahrul Hadi Nasution, dan Ketua Tim Kerja Diseminasi Standar Instrumen Pertanian, Firsta A. Sariri serta Pejabat Fungsional BSIP Kepri, Dwi Wibowo. Sharring session juga dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Selain lingkup BPS, Pejabat Dinas Pekerjaaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang, serta jajaran Pejabat Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang pun hadir dan ikut serta. Berbeda dengan jajaran pemerintahan, dari sektor akademisi, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji turut hadir dan berbagi informasi terkait pemanfaatan data iklim dalam dunia pendidikan.
Ahmad Kosasih, Kepala Stamet RHF Tanjungpinang dalam pembukaannya menyampaikan tujuan diselenggarakannya Sharring Session ini yaitu untuk menjalin komunikasi, berbagi wawasan, dan memperkuat sinergi dalam pemanfaatan informasi analisa dan prediksi iklim, guna mendukung kebutuhan pengguna di berbagai sektor. Acara dilanjutkan dengan paparan yang disampaikan oleh Tim Analisis dan Predisksi Iklim Stamet RHF Tanjungpinang terkait “Pandangan Iklim 2025 dan Prediksi Musim Hujan 2024/2025”. Dalam paparan tersebut memuat berbagai data ikilm yang dapat dimanfaatkan oleh semua sektor yang wajib diketahui oleh pengguna. Misalkan terkait pola hujan, sifat hujan, dan sebarannya di Kepulauan Riau, serta layanan-layanan dan aplikasi yang dimiliki oleh BMKG yang dapat dimanfaatkan oleh semua pengguna guna mendukung optimalisasi pada masing-masing sektor.
Dalam kesempatan ini, Ahmad Tohir pun menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian juga memiliki aplikasi SIAP TANAM 1.0. (Sistem Informasi Adaptif untuk Perencanaan Tanam) yang telah dirilis beberapa waktu lalu yang merupakan hasil evaluasi dari SI KATAM (Sistem Informasi Kalender Tanam) yang telah ada selama ini, sehingga memiliki keunggulan lainnya seperti informasi neraca air, produksi, sarana prasarana, potensi sumber daya air, dan lain-lain. “Aplikasi SIAP TANAM 1.0 bekerjasama dengan BMKG, BPS, PUPR, dan beberapa lembaga lainnya menyajikan informasi rekomendasi awal tanam, informasi ketersediaan dan kebutuhan air, informasi proyeksi luas tanam, kebutuhan pupuk, serta benih, dan rekomendasi varietas tanaman pangan. Data tersebut dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat untuk mempersiapkan rencana tanam beberapa komoditas pertanian seperti padi, jagung, dan kedelai sampai level kecamatan, sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal,” jelas Ahmad Tohir.
Harapannya, dengan adanya sharring session ini, informasi analisa dan prediksi iklim dapat dimanfaatkan sebaik baiknya untuk mendukung perkembangan masing-masing sektor. Pada sektor pertanian, adanya kolaborasi dan dukungan data dari BMKG dapat membantu petani meningkatkan produktivitasnya dengan tanggap cuaca dan iklim melalui pemanfaatan sistem informasi dan aplikasi-aplikasi yang tersedia.