
Rapatkan Barisan Dukung Swasembada Pangan di Bintan
Bintan - Menindaklanjuti program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden RI untuk memantapkan pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan di Indonesia, BSIP Kepri merapatkan barisan dengan menghadiri undangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV untuk melakukan survei lapangan dalam rangka mengidentifikasi potensi optomalisasi lahan (Oplah) pertanian di wilayah Kabupaten Bintan bersama dengan beberapa stakeholder lainnya yang terkait (25/11). Survei lapangan ini tidak hanya terlaksana di Bintan, namun juga di beberapa kabupaten lainnya di Provinsi Kepulauan Riau meliputi Lingga, Karimun, Natuna, dan Kepulauan Anambas.
Turut merapatkan barisan dalam kegiatan yang terselenggara di kawasan Bendungan Daerah Irigasi Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Tim BSIP Kepri yang ditugaskan hadir antara lain Kasubbag Tata Usaha, Sahrul Hadi Nasution, S.P. Ketua Tim Kerja Diseminasi Standar Instrumen Pertanian, Firsta Anugerah Sariri, S.P., M.Si. serta Pejabat Fungsional, Melli Fitriani, S.P. Selain itu, perwakilan instansi terkait seperti, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bintan, Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat, hingga TNI hadir bersama mendampingi Kelompok Tani Poyotomo Makmur dan Hidup Bersama sebagai pelaku utama.
Mengawali survei, Muri Aldi, S.T. mewakili BWS Sumatera IV menyampaikan tujuan kegiatan ini. "Kami mengundang Bapak Ibu sekalian untuk bersama-sama berkolaborasi mengidentifikasi potensi optimalisasi lahan (Oplah) pertanian, berikut fasilitas sarana prasarana pendukung yang tersedia maupun yang dibutuhkan dalam Oplah di Kabupaten Bintan. Optimalisasi ini dapat berupa ektensifikasi, intensifikasi maupun peningkatan IP padi," terangnya.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Bintan, Ita Rosmeili, S.P., bahwa luasan sawah potensial di Bintan mencapai 67 hektar, namun yang dimanfaatkan secara optimal hingga saat ini hanya 12 hektar saja di Poktan Poyotomo Makmur, Kecamatan Teluk Sebong dan beberapa hektar lainnya di Kelompok Maju Bersama Jaya, Kecamatan Toapaya serta Poktan Hijau Daun, Kecamatan Bintan Utara. Sedangkan untuk Poktan Hidup Bersama terkendala kurang tersedianya SDM pertanian serta kondisi biofisik lahan yang kurang mendukung pertanaman padi.
Dalam keteranganya, BSIP Kepri menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan Oplah ini. "Saat ini, SDM kami tersebar ke kabupaten-kabupaten di Provinsi Kepri untuk bekerjasama dengan BWS mendukung tercapainya program ini. Dukungan teknologi budidaya padi untuk peningkatan hasil produksi akan terus kami lakukan khususnya kepada petani," terang Sahrul. "Upaya intensifikasi pertanian berupa peningkatan produktivitas lahan yang dilakukan dengan memperbaiki tata kelola air dan lahan yang sudah dimanfaatkan oleh petani disertai dengan penerapan standar budidaya padi yang baik diharapkan mampu mendukung Oplah sehingga swasembada pangan di Bintan dapat tercapai," imbuh Firsta.
Sejalan dengan pemikiran petani, ekstensifikasi sudah tidak dapat dilakukan lagi mengingat ketersediaan lahan yang sesuai untuk pertanian padi di Bintan sangat kurang. "Kami hanya bisa secara intensif melakukan penanaman padi seperti biasa. Masalah teknologi maupun standardisasi kami serahkan ke BSIP Kepri yang memiliki tugas tersebut. Kami siap didampingi dan menerapkan agar hasil produksinya lebih meningkat lagi. Kalau produksinya meningkat secara otomatis petani lainnya akan mengikuti dan menerapkannya, sehingga intensifikasi melalui peningkatan hasil produksi dapat dicapai. Tentunya dengan dukungan sarana prasarana pertanian yang memadai dari BWS seperti saluran drainase yang masih menjadi kendala kami. Mungkin itu yang dapat kami usahakan dalam program ini," jelas Ali Aspan, Ketua Poktan Poyotomo Makmur.
Dalam mendukung Oplah untuk swasembada pangan di Bintan ini, seluruh instansi terkait akan saling bersinergi bersama petani. Peningkatan jumlah produksi padi melalui penerapan standar budidaya padi yang baik serta teknologi yang sesuai dengan agroekosistem akan menjadi upaya optimalisasi lahan pertanian di Kabupaten Bintan. Hal tersebut akan dituangkan dalam berita acara sebagai langkah awal dalam upaya pencapaian swasembada pangan di wilayah ini.